Perawatan Luka
Kadang
kebanyakan orang jika terkena luka, terlalu menyepelekan. Karena mereka
berfikiran "ntarkan sembuh sendiri" tampa tau akibat yang dapat di
timbulkan dari luka itu sendiri. Biasanya luka yang di abaikan
berlart-larut dapat mengakibatkan infeksi, baik karena di pengaruhin
oleh bakteri maupun karena diabetes yang menyebabkan luka semakin
menjalar dan sulit untuk sembuh. Di bawah ini saya ada beberapa tips
dalam menanganin luka yang baik dan benar.
Berikut beberapa saran bagaimana sebaiknya memperlakukan luka dengan baik:
1.
Bila luka hanya di permukaan dan terdapat di bagian tidak bergerak,
kadang-kadang baik untuk membiarkannya terbuka. Cara ini membuat
penyembuhannya lebih cepat. Antiseptik atau salep antibiotik tidak
diperlukan bila lukannya bersih.
2.
Luka yang dalam dan kotor sebaiknya ditutup dengan rasa steril.
Dianjurkan untuk membersihkan dengan air dan sabun, bila luka tersebut
kotor atau baru terjadi. Jangan menggunakan kapas dengan alasan di atas.
3.
Perdarahan sebaiknya segera dihentikan. Caranya, tekan di tempat darah
keluar menggunakan kain kasa (steril bila ada). Segera lepaskan bila
perdarahan sudah berhenti.
4.
Penggunaan obat antiseptik pada luka dapat dibenarkan untuk membunuh
kuman yang ada. Namun, sebaiknya tidak selalu dilakukan untuk
menghindarkan timbulnya kekebalan kuman.
5.
Luka basah sebaiknya dikompres dengan larutan permangan (larutan 1 per
10.000) atau rivanol (larutan 1 per seribu). Gunakan kain kasa, bukan
kapas. Norit juga dianjurkan untuk ditaburkan di luka kronis yang basah,
mengandung nanah, dan sulit sembuh. Sebaiknya pakai bubuk norit halus
bersih dari botol. Luka kronis harus dibersihkan setiap hari dan
jaringan mati perlu dipotong.
Luka
infeksi atau bisul kecil sulit diatasi bila terdapat pada orang tua
atau penderita diabetes. Luka sekecil apa pun pada penderita diabetes,
terutama yang kadar gulanya tidak terkontrol baik, dapat menjalar sangat
cepat sehingga sering harus dilakukan tindakan operasi. Karena itu,
luka semacam ini memerlukan perawatan khusus dokter, tentu saja kadar
gula darah pun harus dikendalikan.
Meski
antibiotik yang tepat perlu digunakan, adanya udem (bengkak) di sekitar
luka dan kadar gula tinggi sering menghambat penyembuhan dan
menyebabkan tindakan operatif. Repotnya, indera rasa sakit pada
penderita diabetes sudah berkurang, sehingga luka kecil hanya karena
memotong kuku kaki sendiri dapat menjalar ke atas dengan akibat yang
disesalkan.
Tidak
heran kalau penderita diabetes lanjut usia dilarang memotong kukunya
sendiri. Ia juga harus menggunakan sepatu atau sandal berukuran pas,
sehingga tidak menimbulkan gesekan yang dapat menyebabkan luka lecet.
^^
^^
